Kapolri Dorong Ulama dan Umara Jadi Pilar Penguat Persatuan dan Kebersamaan

Jakarta – Dalam acara Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) di Rembang, Jawa Tengah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa sinergi antara ulama dan umara merupakan warisan sejarah perjuangan sejak merebut hingga mempertahankan kemerdekaan yang harus terus dijaga dan diperkuat.

“Umara dan ulama memiliki sejarah perjuangan bersama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Saat ini, kita juga memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun bangsa,” ujar Kapolri.

Bacaan Lainnya

Kapolri menekankan ulama berperan sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa, sementara Polri selaku umara memikul tugas menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan perlindungan dan pengayoman agar agenda pembangunan berjalan baik di tengah keberagaman dan tantangan saat ini.

“Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” pungkasnya.

Pos terkait